Laman

Cari Blog Ini

Minggu, 01 Mei 2011

Liberalisme Dan Westernisasi

            ISLAM. Tak pernah jemu untuk membahas satu agama wahyu yang mulia ini. Saya sendiri menyadari bahwa kecintaan para pemuda muslim terhadap Dien nya sudah begitu jauh, bukan karena sebab, namun memang secara tersistem ternyata telah ada langkah-langkah terstruktur yang menjauhkan pemahaman dan kecintaan pemuda terhadap Islam. Paling tidak menjauhkannya dari segala nilai yang bernafaskan Islami dan digantikan dengan nafas kebaratan (westernisasi).Luar biasa memang usaha mereka dalam upaya me-Liberal-kan masyarakat Indonesia ini. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika paham-paham menyimpang tersebut telah menyerbu ke perguruan-perguruan tinggi Islam.

            Dr. Adian Husaini dalam makalahnya bertajuk “Liberalisasi Islam di Indonesia” menyebutkan bahwa liberalisasi Islam sudah ditanamkan sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan dari dalam tubuh organisasi Islam sendiri telah tumbuh upaya yang sistematis terkait liberalisasi Islam di Indonesia ini. Dimulai awal tahun 1970-an yaitu pada 3 Januari 1970, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Nurcholish Madjid, secara resmi menggulirkan perlunya dilakukan sekulerisasi Islam. Masih berasal dari sumber makalah yang sama, Pak Adian menyatakan pula bahwa program Liberalisasi di Indonesia dilakukan terhadap tiga bidang penting dalam ajaran Islam: 
1).Liberalisasi bidang aqidah dengan penyebaran paham Pluralisme Agama, 
2).Liberalisasi bidang syari’ah dengan melakukan perubahan metodologi ijtihad, dan 
3).Liberalisasi konsep wahyu dengan melakukan dekonstruksi terhadap Al Qur’an. 
        Kita telah ketahui bersama bahwa gerakan kritik teks suci, kritik syariah agama, dan gerakan liberalisasi lahir dari kebudayaan Barat. Gerakan ini bertujuan untuk menemukan kehidupan yang lebih maju dan lebih baik, karena mereka merasa bahwa dalam agama mereka banyak hal yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ilmu pengetahuan.
       Selain itu sekiranya kitapun perlu mengetahui penyakit yang tidak kalah kritisnya dari liberalisasi yaitu westernisasi, seperti yang kita ketahui bentuk-bentuk westernisasi dan bahayanya bagi umat, di antaranya: 
Pertama, westernisasi melahirkan sekularisasi, yakni mengasingkan agama dari kehidupan bermasyarakat dan negara. Dengan ide ini, masyarakat dicegah untuk melibatkan peran dan fungsi agama (syariat) dalam mengatur urusan-urusan publik seperti ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain. Jika ini terjadi dalam tubuh umat Islam maka akidah Islam tercerabut dari umat. Artinya, umat tidak akan menjadikan Islam sebagai standar dalam menjalankan aktivitas duniawi. Halal-haram dan senantiasa terikat dengan syariat Allah dalam setiap tingkah laku bukan lagi sebagai ukuran. Walhasil, umat tidak lagi menjalankan aktivitas ekonomi, politik, pendidikan, sosial kemasyarakatan, budaya, dll sesuai syariat. Dengan kata lain, syariat hanya layak dipakai dalam masalah ibadah semata, sedangkan dalam masalah duniawi, syariat ditinggalkan. Jika kondisi ini terjadi, jelas bahwa akidah Islam sudah tercerabut dari diri umat. Sebab, akidah Islam menuntut pemeluknya untuk tidak memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dengan kata lain, dimana pun berada, pada saat apa pun dan dalam kondisi apapun, umat Islam harus senantiasa menyandarkan diri pada syariat Islam.
Kedua, westernisasi meniscayakan demokratisasi dan liberalisasi. Ide ini juga membahayakan umat Islam. Sebagai contoh adalah apa yang terjadi di Irak, Afganistan, Arab Saudi, dan negeri-negeri Islam lainnya. Dengan dalih menegakkan demokrasi dan menyingkirkan rezim tiran, AS dan sekutunya dengan seenaknya memporak-porandakan suatu negeri; tanpa memperhitungkan lagi prinsip-prinsip kemanusaian, keadilan, dan kebersamaan. AS dan sekutunyalah yang tidak demokratis. Kita pun sudah tahu, bahwa serangan AS ke Irak dan Afganistan ditentang bukan hanya oleh negeri-negeri Islam semata, namun juga ditentang oleh negara-negara yang mempunyai hak veto bahkan rakyat AS sendiri.
Ketiga, munculnya stigma buruk pada Islam. Ide ini bertujuan untuk mempropagandakan pada dunia bahwa Islam itu identik dengan hal-hal negatif dan mengerikan. Wajah Islam digambarkan oleh Barat sebagai wajah yang penuh dengan dengki, suka membunuh, berlumuran darah, teroris, dan terbelakang, seolah-olah tidak ada celah baik sedikitpun bagi Islam sehingga layak ditumpas dan diberangus.
Sebagai generasi muslim kita telah maklum bahwa masyarakat dunia bukan masyarakat yang bodoh dan mudah untuk dikendalikan. Moncong senapan api belaras panjang milik musuh-musuh islam sudah siap dihadapan kita untuk memuntahkan peluru apinya. Umat islam dipalestina misalnya, mereka tak bisa berkutik untuk melawan dan hanya pasrah kepada sang ilahi yang membuat mereka bertahan hidup sampai sekarang.
Walhasil, kita harus mewaspadai makar-makar AS dan barat dalam melancarkan upaya westernisasinya di Dunia Islam.  Nah, peran pemuda menyikapi kejadian tersebut adalah dengan menyiapkan diri secara matang terkait dengan pemahaman mendalam tentang Islam, sejarah, keemasan, dan sifatnya yang merupakan sistem hidup untuk mengatur segala kegiatan perikehidupan manusia.
Dan semua itu kembali pada diri kita masing-masing sebagai pengemban risalah keimanan ini, dan salah satu kunci untuk mengatasi masalah ini adalah menciptakan pribadi-pribadi yang unggul, rabbani, lagi ulul albaab, yaitu mereka yang tidak tertutup dangan dunia luar, tetapi mereka menampung semua informasi dan memfilternya dengan ilmu dan pemahaman yang bersumber dari Allah dan Rasulnya sebagai penetap dan pembuat syariat ini.Selanjutnya, dengan memegang teguh ajaran yang termaktub dalam Alquran dan Al Hadis, umat Islam bisa mencapai zaman kegemilangan selama berabad-abad dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa harus meninggalkan esensi ajarannya. Agama Islam mempunyai pengalaman dan esensi ajaran yang berbeda dengan agama Barat. Adalah suatu yang tidak adil dan tidak masuk akal mensejajarkan Islam dengan pengalaman keberagamaan Barat,.. sekian apa yang dapat kami upayakan.
 
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S Ali Imran 104)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar